Tampilkan postingan dengan label gaya hidup dan tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gaya hidup dan tips. Tampilkan semua postingan

Juli 24, 2012

12 Tips Sehat Berpuasa Ramadhan

Puasa Ramadhan secara umum berdampak positif bagi kesehatan. Dua belas tips berikut perlu Anda pertimbangkan agar puasa Anda tetap menyehatkan.
  1. Minum yang cukup. Hidrasi adalah hal terpenting selama puasa Ramadhan. Setelah berbuka puasa, Anda harus minum dalam jumlah besar. Anda juga harus minum saat bersahur. Kebutuhan hidrasi tubuh adalah sekitar 1,5 liter per hari.
  2. Makan yang sehat. Anda sebaiknya menerapkan diet sehat pada saat berbuka. Jangan berlebihan melahap kue dan makanan manis yang bahkan dalam jumlah besar sekalipun tidak memuaskan rasa lapar dan mengganggu pola makan Anda. Pertimbangkan memakan kurma yang dapat mengisi ulang energi dengan cepat.
  3. Jangan langsung berbuka dalam porsi besar. Mulailah dengan sup, kolak atau makanan pembuka lain dan tunggu sampai meresap di pencernaan sebelum makan besar.
  4. Jangan makan terlalu banyak. Buka puasa seharusnya tidak identik dengan makan berlebihan. Makan berlebihan tidak hanya mengganggu tubuh, tetapi juga membuat ngantuk saat shalat tarawih.
  5. Meskipun puasa dimulai dari matahari terbit sampai terbenam, Anda sebaiknya tetap makan tiga kali sehari: yang pertama saat bersahur, yang kedua saat berbuka dan yang ketiga sekitar 2 atau 3 jam setelah berbuka.
  6. Saat bersahur, disarankan makan buah-buahan untuk vitamin dan sumber karbohidratseperti nasi dan ubi-ubian yang dapat bertahan sampai berbuka puasa. Penting untuk bersantap sahur mendekati saat imsak.
  7. Jika memungkinkan, tidurlah di awal siang untuk mengumpulkan energi. Hindari sinar matahari dan panas yang menimbulkan dehidrasi.
  8. Minimalkan penggunaan tenaga fisik. Atlet harus ekstra hati-hati untuk tidak berolahraga terlalu keras selama bulan Ramadhan. Dianjurkan untuk berolahraga yang tidak intensif di sore hari sebelum saat berbuka.
  9. Penderita diabetes. Penderita diabetes harus secara teratur memonitor gula darah mereka, cukup hidrasi dan tidak makan yang manis-manis tanpa nasihat medis.
  10. Orang yang lemah fisik. Puasa seharusnya tidak memperburuk status kesehatan orang dengan kondisi medis. Ibu hamil atau menyusui, lansia, pasien hipertensi, penyakit jantung atau asma, biasanya tidak wajib berpuasa Ramadhan. Bila tetap berpuasa, mereka harus berkonsultasi dengan dokter jika merasakan tanda-tanda gangguan kesehatan. Demi keselamatan yang lebih baik, disarankan untuk pergi ke dokter sebelum dan sesudah Ramadhan.
  11. Jangan menghentikan pengobatan tanpa nasihat medis. Orang yang harus mendapatkan pengobatan berkala harus mendapatkan saran dari dokter dan ustadz mereka. Mereka tidak harus berpuasa Ramadan jika hal itu membawa risiko pada kesehatan mereka.
  12. Segera membatalkan puasa bila mendapatkan masalah kesehatan. Bila Anda mengalami masalah medis selama sehari dan tidak dapat pulih dengan cepat, mungkin sebaiknya Anda tidak berpuasa sehari atau lebih. Hari-hari di mana Anda tidak berpuasa dapat diganti sebelum Ramadhan berikutnya.
Sumber: diadaptasi dari AFP Relaxnews.

Desember 08, 2011

Tips olah raga bagi penderita Diabetes

Salah satu hal yang dianjurkan untuk orang dengan diabetes adalah berolahraga. Tapi ketahui langkah-langkah apa yang harus dilakukan agar tetap aman selama berolahraga.


Olahraga memiliki potensi untuk mengendalikan diabetes melalui non obat-obatan seperti mengurangi keparahan penyakit serta secara signifikan mengurangi risiko komplikasi jangka panjang.

Manfaat lain yang bisa didapat adalah membakar kalori, membantu tubuh merespons insulin, meningkatkan sirkulasi terutama di lengan dan kaki, membantu mengurangi kolesterol dan tekanan darah tinggi serta mengurangi stres.

Meski begitu ada beberapa hal yang harus dilakukan saat berolahraga agar tidak menimbulkan cedera atau luka, karena orang dengan diabetes cenderung memiliki waktu penyembuhan yang lebih lama dan berpotensi menjadi komplikasi.

Berikut ini beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan, seperti dikutip dari Lifemojo, Jumat (23/9/2011) yaitu:
1. Bicarakan dengan dokter untuk mengetahui olahraga apa yang baik dilakukan

2. Berolahragalah secara teratur, idealnya pada waktu yang sama setiap hari, serta sesuaikan dengan jadwal makan dan suntikan insulin

3. Sebaiknya hindari menyuntikkan insulin ke dalam otot yang akan digunakan selama latihan, karena insulin diserap dengan cepat sehingga bisa menyebabkan hipoglikemia (gula darah rendah)

4. Hindari berolahraga ketika kadar gula darah sedang rendah, karenanya periksakan kadar gula darah sebelum dan setelah olahraga

5. Usahakan untuk mengonsumsi tinggi karbohidrat sekitar 15 menit sebelum olahraga

6. Ketika berolahraga kenakan kaus kaki katun dan sepatu yang pas serta nyaman, setelah selesai periksakan kaki apakah ada luka, lecet, iritasi atau cedera lainnya karena orang dengan diabetes cenderung lebih kebal (mati rasa)

7. Jika merasakan mati rasa atau berkurangnya rasa di kaki, maka pilihlah kegiatan low impact seperti berjalan, bersepeda atau berenang dan hindari jogging

8. Jika memiliki masalah pada jantung, sebaiknya tidak berolahraga sendiri

9. Latihan kekuatan atau high impact tidak dianjurkan untuk orang dengan diabetes yang tidak terkontrol.

10. Olahraga bisa menurunkan kadar gula darah, karenanya perhatikan tanda-tanda hipoglikemia selama latihan seperti sakit kepala, jantung berdetak cepat, kebingungan, lemah segera hentikan olahraga.

11. Usahakan membawa makanan glukosa seperti cokelat, permen atau minuman manis, karena hipoglikemia bisa terjadi saat berolahraga atau beberapa jam kemudi

Mei 24, 2011

Kekurangan & Kelebihan Vitamin B1 (tiamin)


DEFINISI
Vitamin B1 (tiamin) diperlukan dalam sejumlah reaksi yang melibatkan enzim, termasuk pelepasan energi dari gula.

Sumber vitamin B1 ini adalah ragi, daging, tanaman polong dan gandum. Kekurangan vitamin B1 terjadi bila makanan tersebut tidak terdapat dalam menu makanan sehari-hari.

PENYEBAB
Penggilingan padi untuk membuang sekam, pada dasarnya akan membuang vitamin-vitamin.
Orang-orang Asia beresiko mengalami kekurangan vitamin B1 karena makanannya terutama terdiri dari padi yang telah digiling. Tetapi merebus beras sebelum membuang sekamnya, akan memindahkan vitamin ke seluruh butir padi sehingga keberadaan vitamin tetap terjaga.

Kekurangan vitamin B1 juga bisa diakibatkan oleh berkurangnya penyerapan karena diare menahun atau bertambahnya kebutuhan vitamin karena hipertiroidisme, kehamilan atau demam.

Peminum alkohol berat menggunakan alkohol sebagai pengganti makanan, sehingga mengurangi asupan vitamn-vitamin, termasuk vitamin B1. Karena itu peminum alkohol berat memiliki resiko menderita penyakit kekurangan zat-zat gizi.

Beri-beri pada bayi terjadi karena menyusi ASI dari ibu yang mengalami defisiensi vitamin B1. Hal ini ditandai dengan gagal jantung, kehilangan suara, kerusakan saraf tepi. Ketidaknormalan jantung biasanya teratasi dengan pemberian vitamin B1. 



GEJALA
Gejala awal berupa kelemahan, mudah tersinggung, gangguan daya ingat, kehilangan nafsu makan, gangguan tidur, rasa tidak enak perut dan penurunan berat badan.

Pada akhirnya bisa terjadi kekurangan vitamin B1 yang berat (beri-beri), yang ditandai dengan kelainan saraf, otak dan jantung.

Pada semua bentuk beri-beri, metabolisme sel darah merah mengalami perubahan dan kadar vitamin B1 dalam darah dan air kemih akan menurun tajam.


Kelainan saraf (beri-beri kering) dimulai sebagai:
- sensasi rangsangan (seperti tertusuk jarum) di jari- jari kaki
- sensasi panas terbakar di kaki terutama memburuk pada malam hari
- kejang otot betis
- nyeri pada tungkai dan kaki.

Jika penderita juga mengalami kekurangan asam pantotenat, gejala-gejala diatas akan semakin parah:
- otot betis terasa sakit
- bangun dari posisi jongkok menjadi sulit
- berkurangnya kemampuan untuk merasakan getaran di jari-jari kaki.

Pada akhirnya otot betis dan otot paha akan mengecil (atrofi) dan timbul footdrop dan toedrop (keadaan dimana kaki atau jari-jari kaki tergantung timpang dan tidak dapat diangkat). Hal ini terjadi karena saraf-saraf dan otot-otot tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Bisa juga terjadi wristdrop.


Kelainan otak (beriberi otak, sindroma Wernicke-Korsakoff) sering timbul jika terjadi suatu kekurangan vitamin B1 yang berat dan mendadak, yang dapat disebabkan oleh pemakaian alkohol yang berlebihan atau muntah berat pada kehamilan, dan memperburuk suatu kekurangan vitamin B1 yang bersifat menahun.

Gejala awalnya berupa kelainan mental, laringitis dan penglihatan ganda.
Selanjutnya penderita akan mengarang-ngarang kejadian dan pengalaman untuk mengisi kekosongan ingatannya (konfabulasi)

Jika ensefalopati Wernicke tidak diobati, gejalanya akan bertambah buruk, menyebabkan koma bahkan kematian.
Penyakit ini merupakan kedaruratan medis dan diobati dengan vitamin B1 intravena (melalui pembuluh darah) sebanyak 100 kali dosis harian yang dianjurkan, selama beberapa hari.
Dilanjutkan dengan pemberian vitamin B1 per-oral (ditelan) sebanyak 10 kali dosis harian yang dianjurkan sampai gejalanya menghilang.

Penyembuhan sering terjadi tidak secara menyeluruh karena kerusakan otaknya bersifat menetap.


Kelainan jantung (beri-beri basah) ditandai oleh:
- tingginya curah jantung
- denyut jantung yang cepat
- pelebaran pembuluh darah yang menyebabkan kulit menjadi hangat dan lembab.

Karena kekurangan vitamin B1, jantung tidak dapat mempertahankan curah jantung yang tinggi dan terjadi kegagalan jantung, dimana ditemukan:
- pelebaran vena-vena
- sesak nafas
- penahanan cairan di paru-paru dan jaringan perifer.

Pengobatannya berupa pemberian vitamin B1 secara intravena (melalui pembuluh darah) sebanyak 20 kali dosis harian yang dianjurkan selama 2-3 hari, diikuti dengan pemberian vitamin per-oral (ditelan).


Beri-beri infantil terjadi pada bayi yang mendapatkan ASI dari ibu yang menderita kekurangan vitamin B1, yang terutama terjadi pada usia 2-4 bulan.

Gejalanya berupa:
- kegagalan jantung
- suara hilang
- kerusakan saraf perifer.

Kelainan jantung biasanya akan pulih sempurna bila diobati dengan vitamin B1.



Sumber : medicastore.com

April 28, 2011

JenisTest Laboratorium Hemostasis


PLASMA PROTHROMBIN TIME (PPT)
Pemeriksaan ini dipakai untuk menguji faktor extrinsic. Sebagai tissue thromboplastin dipakai aceton dehydrated rabbit brain.
Prinsip pemeriksaan :
- Darah dicampur dengan anticoagulant citras natricus 3,8% dengan perbandingan.
- Plasma yg terjadi kemudian dipisahkan (didalam plasma ini terkandung macam-macam faktor pembekuan).
- Kemudian plasma tersebut ditambahkan suspensi dari aceton dehydrated rabbit brain dan diinkubasi pada suhu 37OC. Selanjutnya ditambahkan CaCl2.

Test ini digunakan untuk menguji extrinsic pathway. Jadi diperlukan faktor VII, faktor V, faktor X, faktor II serta faktor I yang normal, sedangkan tissue thromboplastin tidak perlu normal.

Arti klinis :
- Test ini normal hasilnya : 11 – 13,5 detik. Akan tetapi harus disertai dengan laporan, misalnya :
 PPT penderita 12,5 detik ; PPT control 12,0 detik.
 PPT penderita 16,0 detik ; PPT control 12,5 detik.
 Dikatakan abnormal apabila beda dengan kontrol lebih dari 2 detik.
- Test PPT ini abnormal / memanjang pada :
1. Obstructive jaundice
2. Penyakit-penyakit hepar yang lanjut
3. Penyakit-penyakit perdarahan pada newborns
4. Penyakit-penyakit congenital seperti :
 Deficiency faktor VII
 Deficiency faktor V
 Deficiency faktor II
5. Syndrome nephrotic.
6. Penderita-penderita yang mendapatkan pengobatan dengan obat-obat anticoagulansia (hal ini memang kita buat memanjang, sering dibuat menjadi 2 kali dari normal, misalnya : PPT kontrol 12,0 detik ; PPT penderita 23 detik).

Pada faktor intrinsic membutuhkan waktu yang lebih lama, agar waktunya menjadi lebih pendek, maka faktor contact diganti dengan kaolin = china clay = bolus alba, dan juga faktor thrombocyte diganti dengan partial thromboplastine (aktivitasnya mirip dengan phospholipid). Jadi disini faktor XII dan faktor XI by pass.

Keterangan :
CT : Clotting Time
SPT : Serum Prothrombine Time
KPTT : Kaolin Partial Thromboplastine Time
PPT : Plasma Prothrombine Time
TT : Thrombine Time

KAOLIN PARTIAL THROMBOPLASTINE TIME (KPTT) :
Oleh karena faktor contact diganti dengan kaolin dan faktor thrombocyte diganti dengan partial thromboplastine jadi factor XII dan XI bebas sehingga yang diukur dalam KPTT ini adalah dari faktor IX ke bawah.
Harga normal dari test ini adalah 35-45 detik. Akan tetapi yang penting adalah perbedaannya dengan kontrol. Apabila perbedaannya dengan kontrol lebih dari 2 detik, maka test ini dikatakan abnormal.
Test ini abnormal / memanjang pada :
1. Gangguan pada faktor IX.
2. Gangguan pada faktor VIII
Sedangkan faktor X, faktor V, faktor II dan faktor I adalah normal oleh karena sudah diuji dengan PPT. jadi dikatakan KPTT adalah untuk menguji : faktor IX dan faktor VIII.

SERUM PROTHROMBINE TIME (SPT) :
Test ini normal apabila waktu yang dibutuhkan lebih dari 30 detik. Apabila terjadi penurunan prothrombinase, maka tidak semua prothrombine dapat diubah menjadi thrombine. Jadi dalam keadaan normal serum prothrombine adalah sedikit sekali.
Dalam test serum (hasil akhir dari pembekuan) ini ditambah dengan thromboplastine, fibrinogen dan CaCl2. hasilnya masih dapat terjadi pembekuan akan tetapi waktunya lebih lama. Oleh karena itulah harga normal dari test ini lebih lama. Arti prinsip dari SPT adalah mengukur fungsi sisa dari pembekuan darah.
Apabila terjadi deficiency faktor intrinsic maka prothrombine yang masih tersisa banyak, sehingga harga SPT menjadi memendek. Jadi SPT dikatakan abnormal apabila harganya memendek. Sebagai contoh :
- Normal : SPT penderita 35 detik ; SPT kontrol 36 detik.
- Abnormal : SPT penderita 16 detik ; SPT kontrol 37 detik.
Kegunaan dari SPT adalah untuk menguji :
1. Faktor XII
2. Faktor XI
3. Faktor IX
4. Faktor VIII
5. Faktor Thrombocyte

THROMBOPLASTIN GENERATION TEST (TGT)
Test ini merupakan test substitusi. Dipakai untuk diagnosa syndroma Hemophylia. Test ini dapat mengetahui adanya deficiency faktor VIII (classical Hemophylia = Hemophylia A) ; deficiency faktor IX (Christmas Hemophylia = Hemophylia B) ; deficiency faktor XI (Hemophylia C).
Indikasi untuk pemeriksaan TGT adalah :
1. PPT normal
2. KPTT meningkat
3. SPT menurun

PEMERIKSAAN FIBRINOGEN
Cara-cara pemeriksaan fibrinogen adalah :
1. Cara kimia / salting out
2. Cara Titer
3. cara Imunologis
Cara-cara 1 dan 2 adalah yang sering digunakan. Harga normal untuk titer fibrinogen adalah 1/28 – 1/256. harga normal untuk salting out adalah 170 – 400 mg%.
Cara pemeriksaan titer fibrinogen :
Cara ini adalah merupakan cara pemeriksaan yang tercepat. Cara pemeriksaannya adalah sebagai berikut :
- Diambil sederetan tabung reaksi.
- Kemudian dimasukkan plasma dengan pengenceran 1 ; 1/2 ; 1/4 ; dst.
- Selanjutnya pada tiap tabung dimasukkan larutan thrombin. Pada tabung yang pertama plasma tidak diencerkan, ini dipakai sebagai Thrombine Time (TT). Dengan menggunakan darah citrat maka harga TT adalah 10 ± 1 detik. Dengan Thrombine Time dapat diketahui adanya Fibrinogen Degeneration Product, disini harga dari TT meningkat.
- Kemudian tabung-tabung tadi dimasukkan kedalam waterbath pada suhu 37OC selama 10 menit.
- Titer Fibrinogen adalah pengenceran tertinggi dari plasma yang masih terlihat clottnya (dengan mata biasa).
Contoh :
Pada pengenceran 1/2 – 1/64 clott masih terlihat. Sedangkan pada pengenceran 1/128 mulai tidak ada clott, maka dikatakan titernya adalah 1/64.
Pada afibrinogenemia : pada tabung yang pertama (tanpa pengenceran), clott sudah tidak terlihat.
Pada hypofibrinogenemia : titer fibrinogen hanya sampai 1/8.
Penyakit-penyakit dengan gangguan fibrinogen :
1. DIC ( Disseminated Intravascular Coagulation)
2. Obstruction Accident :
- Solutio placentae
- Retention death foetus
- Emboli cairan amnion
3. Extra Corporal Curculation
4. Incompatible Blood Transfusion
Cara pemeriksaan salting out : cara ini memerlukan waktu yang lebih lama dan harus ada fasilitas yang cukup.

TEST PARACOAGULASI :

- Fibrinogen oleh thrombin diubah menjadi fibrine peptida dan fibrine monomer, fibrine ini disebut sebagai Soluble fibrin. Soluble fibrin ini salanjutnya oleh faktor XIII diubah menjadi Insoluble fibrin.
- Pada penyakit DIC :
 Terdapat deficiency dari clotting faktor (faktor pembekuan Thrombin yang terbentuk tidak sempurna, sehingga hasil dari proses hemostasis hanya sampai soluble fibrin).
 Disamping itu juga pada penyakit ini terjadi peningkatan dari system fibrinolytic, sehingga menghasilkan Fibrinogen Degeneration Product.
 Jadi pada D.I.C terdapat :
 Deficiency faktor pembekuan
 Soluble Fibrine
 Fibrinogen Degeneration Product.
- Prinsip dari test ini adalah menambahkan suatu zat yang dapat mengendapkan soluble fibrine. Ada 2 macam test ini tergantung dari zat yang ditambahkan yaitu :
1. Etanol gelation test
2. Protamin Paracoagulation Test.

April 23, 2011

Defisiensi / Kekurangan Vitamin B2 (Riboflavin)


A. DEFINISI
Vitamin B2 (riboflavin) sangat penting dalam berbagai proses yang terjadi di dalam sel, terutama yng menghasilkan energi dan metabolisme asam amino.



Sumber vitamin B2
Sumber makanan yang banyak mengandung vitamin B2 adalah produk-produk olahan susu,daging, ikan dan unggas.


B. PENYEBAB
Kekurangan vitamin B2 jarang terjadi, kecuali di daerah-daerah dimana makanan terutama berupa padi giling.
Kekurangan vitamin ini juga bisa terjadi pada:
- peminum alkohol
- penderita penyakit hati
- penderita diare menahun.

C. GEJALA
Gejala yang paling sering terjadi adalah luka terbuka di sudut mulut, yang diikuti dengan bibir pecah-pecah, yang bisa meninggalkan jaringan parut. Jika di daerah mulut terjadi thrush (suatu infeksi jamur), akan tampak bercak-bercak putih keabuan. Warna lidah berubah menjadi magenta dan pada daerah diantara hidung dan bibir muncul bercak-bercak berminyak (seboroik). Kadang tumbuh pembuluh darah ke dalam kornea, menyebabkan mata silau. Pada laki-laki kulit buah zakar mengalami peradangan.

D. DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

E. PENGOBATAN
Gejalanya akan mereda bila diberikan vitamin B2 tambahan sebanyak 10 kali dosis harian yang dianjurkan.

Sumber : medicastore.com

Maret 25, 2011

MASALAH DALAM MENYUSUI DAN CARA MENGATASINYA



1. Puting Susu Rata Atau Masuk Ke Dalam
            Puting susu yang rata atau masuk ke dalam akan menyulitkan bayi mcnyusu. Sehingga pengeluaran ASI tidak lancar dan menghambat proses menyusui.
Cara mengatasinya
  1. Dengan jalan menarik-narik puting.
2.  Dengan memompa payudara sehingga akan melembutkan  areola.  Jika
areola sudah lembut maka bayi akan lebih mudah menghisap puting susu.
3. Yang perlu diperhatikan yaitu bila puting rata, bayi harus tetap disusui agar puting sering tertarik sehingga bisa menonjol.

2. Puting Susu Lecet
            Puting susu yang lecet dapat disebabkan oleh teknik menyusui yang salah, yaitu dengan membiarkan bayi hanya mcnghisap ujung puting susu saja atau dapat pula karema perawatan yang tidak betul pada payudara, yaitu payudara sering dicuci dengan sabun sehingga puting susu bisa kering dan pecah-pecah. Infeksi monilia juga dapat mengakibatkan puting susu lecet.
Cara mengatasinya yaitu
1.       Teknik menyusui yang benar, yaitu dengan membiasakan bayi menghisap puting susu dan seluruh daerah areola pada saat menyusui.
2.       Jaga daerah puting susu agar kering antara selang waktu bemberian ASI Tetapi jangan membersihkan tetesan ASI karena dapat melumasi puting susu.
3.       Hindari pemakaian sabun atau zat pembersih lain pada saat membersikan payudara.
4.       Pengobatan terhadap monilia.
5.       Menyusui pada payudara yang tidak lecet Bila lecetnya hebat maka menyusui dapat dituodt sebma 24 - 28 jam. ASI tetap dikeluarkan dengar ekstrasi dengan tangan atau dengan memompa
6.       Untuk meringankan rasa sakit beberapa menit dapat dihadapkan pada sinar matahari dan udara terbuka atau es yang terbungkus dalam kain bersih yang ditaruh pada puting susu yang lecet.

3 Payudara Yang Bengkak
            Payudara yang bengkak dapat diakibatkan oleh banyaknya produksi ASI dan meningkatnya suplai darah ke payudara untuk mendukung produksi ASI tersebut. Payudara yang bengkak dapat terjadi setiap saat karena pengeluaran ASI tidak lancar yang disebabkan bayi tidak cukup sering disusui. Dapat pula disebabkan oleh adanya gangguan pada Letdown Reflex. Cara mengatasinya yaitu
1.      Susuilah bayi sesering mungkin.
2.      Jika payudara amat tegang sehingga bayi amat sulit menghisap puting, bisa dicoba dengan memompa payudara dengan cara mengurut puting dengan jari sehinga ASI sedikit keluar yang dapat mengurangi ketegangan payudara.
3.      Kompres dengan air hangat yang bisa mengurangi ketegangan payudara sehingga payudara akan terasa lebih nyaman.
4.      Obat analgetik dapat digunakan untuk mengurangi sakit akibat penuhnya payudara.

4. Saluran Susu Tersumbat
            Terjadi statis pada saluran susu secara lokal sehingga timbul benjolan luka, payudara terasa berbenjol dan tidak nyaman. Ini terjadi bila payudara tidak kosong sepenuhnya. Hal ini sering karena menyusui tidak dengan sikap badan yang tepat, pemberian ASI dijadwalkan, melewatkan waktu pemberian ASI atau tidak membiarkan bayi menyusu cukup lama. Cara mengatasinya.
1. Susuilah bayi sesering mungkin dengan sikap badan yang benar. Sebaiknya mulailah menyusui dengan payudara yang sakit terlebih dahulu.
2.   Lakukan pemijatan pada payudara yang sakit.
3.   Hangatkan payudara dengan cara mengompres bagian yang sakit dengan air hangat, kemudian pijatlah dengan lembut ke arah putting. Pijatan ini dimaksudkan untuk mengosongkan payudara.
4    Hindari tekanan lokal  pada payudara .

5. Infeksi Payudara (Mastitis)
            Mastitis merupakan suatu proses infeksi pada payudara yang dapat menimbulkan reaksi sistemik, misalnya: demam, payudara tampak bengkak kemerahan dan dirasakan nyeri. Biasanya terjadi beberapa minggu setelah melahirkan karena kurang atau terlambatnya perawatan saluran yang tersumbat, dapat juga terjadi setelah pembengkakan payudara yang dialami ibu pada masa baru melahirkan. Infeksi dapat timbul kapan saja bila persediaan susu melebmi kebutuhan atau bila ibu terlalu lelah (stres) dan payudara tidak dikosongkan dengan baik. Cara mengatasrnya :
1. Jangan berhenti menyusui. Susuilah bayi sesering mungkin dimulai payudara yang mengalami infeksi terlebih dahulu. Hal ini untuk menjaga agar susu tetap mengalir dan payudara kosong. Istirahatlah sesering mungkin dengan posisi kaki lebih tinggi dari badan.
2.   Kompres hangat atau dingin pada payudara yang mengalami mastitis.
3.  Untuk mengatasi infeksi dan mengurangi rasa sakit, dapat digunakan  
      antibiotik dan analgetik.

6.  Abses Puyudara
            Abses payudara dapat terjadi sekunder pada mastitis. Abses ini dapat dicegah dengan jika saluran tersumbat atau mastitis dirawat secepatnya dan diusahakan supaya ASI mengalir terus.
Cara mengatasinya :
1. Stop menyusui pada payudara yang ada absesnya. ASI harus tetap dipompa agar tetap mengalir.
2. Kumpulan nanah yang mcmbentuk abses biasanya harus dikeluarkan dengan cara insisi.
3.  Istirahat.
4.    Untuk mengatasi abses dan mengurangi rasa nyeri dapat digunakan antibiotik analgetik.

7. Reluctan Nurse
            Yaitu   suatu  keadaan  dimana  bayi  tidak  suka  menyusu.  Hal   ini
disebabkan oleh :
1.  Pancaran ASI terlalu kuat sehingga mulut bayi terlalu penuh. Akibatnya sebentar-sebentar bayi akan berhenti menghisap. Pengobatan dengan jalan menyusui yang sering, sehingga payudara tak terlalu penuli yang menyebabkan pancaran ASI keras. Dapat pula payudara dipijat sebelum memulai menyusui agar pancaran keras yang terjadi pada permulaan menyusui sudah berkurang dahulu sebelum bayi diperbolehkan mengisap. Dapat diusahakan dengan berbaring terlentang dan bayi ditaruh di atas payudara.
2.  Bingung Puting (Nipple confusion), yaitu pada bayi yang menyusu diselang-seling dengan susu botol sering mengalami kobingungan, karena anatomi puting susu dengan dot sangat lain. Pada menyusui si bayi harus menghisap dengan cukup kuat, pada dot susu akan mengalir dengan isapan yang ringan. Hal ini menyebakan bayi malas menyusu pada ibunya. Dapat pula terjadi pada puting susu yang kecil atau rata. Pada keadaan ini bayi tidak berhasil untuk mengkap puting susu untuk dihisap, sehingga bayi tidak suka menyusu. Pengobatan dapat dilakukan dengan jalan menghindari pemakaian dot botol. Bila diperlukan penganti ASI, pakailah sendok atau pipet.
3.   Pada bayi yang mengantuk kadang-kadang malas menyusu. Untuk mengatasi agar bayi jangan mengantuk atau tertidur, buka selimut dan baju bayi supaya lerasa dingin dan terbangun. Kalau bayi mengantuk juga harus dibangunkan.

CARA MENYUSUI YANG BENAR


Penyusuan pertama dapat dimulai segera setelah bayi lahir, bila kondisi ibu memungkinkan. Pada waktu menyusui. bayi sebaiknya dalam keadaan lapar serta dalam posisi yang menyenangkan. Ibu juga harus nyaman dan merasa senang. Jika bayi ingin minum ASI ketika ia lapar biasanya menangis dan berhenti minum bila nafsu makan bayi terpuaskan. Ibu harus tahu jika bayi tidak lapar, bayi tidak akan mencari puting atau menghisap.
Posisi dan cara menyusui bayi adalah sebagai berikut:
  1. Usahakan keadaan ibu dalam posisi yang-nyaman, duduk bersandar pada bantal di tempat tidur atau pada kursi yang mempunyai sandaran punggung dan lengan. Bila keadaan ibu tidak memungkinkan untuk duduk bisa berbaring dengan posisi miring pada satu sisi dengan kepala ditunjang oleh bantal atau salah satu lengan bertumpu pada kasur.
  2. Bila posisi ibu duduk, pegang bayi diatas pangkuan dengan dada bayi menghadap badan ibu, sementara kepala bayi terletak pada siku bagian dalam salah satu lengan ibu setinggi payudara. Pakailah bantal untuk mengganjal bayi supaya tidak terlalu renggang dari payudara ibu. Badan ibu jangan membungkuk ke depan sebaiknya rilekslah bersandar di kursi.
3.             3.  Bila Posisi ibu berbaring, baringkan bayi. miring pada satu sisi sehingga badan bayi berhadapmi dengon   badan ibu, ganjal punggung bayi dengan bantal.
  1. Tangan ibu yang lain menyangga payudara dengan posisi ibu Jari di atas payudara dengan keempat jari lainnya di bawah payudara.
  2. Bawa bayi ke payudara dan bukarn sebaliknya. Arahkan puting susu dan areola kedalam   mulut   bayi.  Jika  mengalami   kesulitan   menarik perhatian bayi, sentuh pipi bayi yang menghadap ibu dengan puting susu, maka bayi akan secara naluri berputar ke arah payudara ibu, lalu gelitik mulut bayi dengan puting susu secara lembut dan mulut bayi akan terbuka. Perilaku ini dikenal scbagai refleks mencari (rotting reflex). Rotting reflex bayi membawa seluruh puting dan daerah areola ke dalam mulut bayi, kontak puting terhadap palatum   dan   bagian   posterior lidah  akan  menimbulkan refleks mcnghisap (penyusuan) dan bantalan lemak mulut membantu menahan puting susu pada tempatnya. Refleks menghisap ini merupakan pemerasan air susu sehingga keluar dan masuk kedalam mulut bayi, susu pada mulut bayimemicu refleks menelan.
  3. Bayi harus diijinkan menghisap sampai puas kecuali kalau ibu menderita nyeri putting. Bayi dapat menghabiskan ASI yang terdapat dalam payudara dalam waktu 5 menit, tetapi ada juga yang memerlukan waktu 20 menit Sebagian besar ASI telah dihisap oleh bayi dalam dua menit pertama sebanyak 50% dan dalam 4 menit selanjulnya sebanyak 80% - 90%.
7.      Bila bayi tidak mau melepaskan puting ibunya, masukkan satu jari di sudut mulul bayi sehingga akan mengurangi isapan dan membantu melepaskan putmg. Jangan melepaskan puting dengan menarik, sebab tindakan ini akan menyebabkan puting terluka.
8.      Setelah menyusui, bayi hanjs dipegang tegak pada bahu ibu atau ditelungkupkan di atas pangkuan dengan atau tanpa digosok atau ditepuk-tepuk halus pada punggung untuk membantu mengeluarkau udara yang tertelan (bersendawa). Ha! ini dilakukan agar bayi tidak munlah selelah menyusu. Lihat gainbar 5.5.
9.      Kedua payudara harus digunakan pada setiap menyusui pada minggu minggu awal untuk medorong produksi susu maksimal. Sesudah pesediaan susu telah terbentuk kembali, payudara dapat diselang-seling pada waktu menyusui berikutnya dan bayi biasanya akan puas dengan jumlah susu yanu diperoleh dari satu payudara. Jika sekresi susu menjadi terlalu banyak kedua payudara dapat ditawarkan lagi pada setiap menyusui.