Tampilkan postingan dengan label obat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label obat. Tampilkan semua postingan
Maret 09, 2011
Amoxicillin
Amoxicillin adalah zat pembunuh kuman golongan antibiotik penisilin, bekerja melawan bakteri di dalam tubuh Anda,Amoxicillin digunakan untuk mengobati beraneka jenis infeksi/peradangan disebabkan oleh bakteri, seperti infeksi peradangan telinga, infeksi kandung kecing, radang paru paru, kencing nanah, dan infeksi yang disebabkan oleh E.coli atau salmonella .
Amoxicillin juga kadang-kadang digunakan bersama-sama dengan clarithromycin zat pembunuh kuman yang disebut lain (Biaxin) untuk borok-borok perut disebabkan oleh Helicobacter pylori infeksi/peradangan. Kombinasi ini kadang-kadang digunakan dengan lansoprazole reduktor perut yang disebut asam (Prevacid).
Jangan menggunakan antibiotik ini jika anda adalah alergi amoxicillin atau zat pembunuh kuman penisilin lain manapun, seperti ampisilin (Omnipen, Principen), carbenicillin (Geocillin), dicloxacillin (Dycill, Dynapen), oxacillin (Bactocill), penisilin (Beepen-VK, Ledercillin VK, Pen-V, Pen-Vee K, Pfizerpen, V-Cillin K, Veetids), dan yang lain.
Sebelum menggunakan amoxicillin, sampaikan kepada dokter jika anda alergi sefalosporin-sefalosporin seperti Ceclor, Ceftin, Duricef, Keflex, dan yang lain. sampaikan kepada dokter jika anda mempunyai sakit asma, penyakit hati atau ginjal, suatu kekacauan pendarahan atau pembekuan darah, penyakit akibat radang ( juga disebut “mono”), atau setiap jenis dari alergi.
Amoxicillin dapat membuat pil kontrasepsi kurang efektif, Sebelum minum amoxicillin, katakan kepada dokter jika anda menggunakan pil kontrasepsi, berapa lamanya dari waktu yang ditentukan oleh dokter Amoxicillin tidak akan bekerja pada suatu infeksi/peradangan karena virus seperti selesma atau influensa. Jangan memberi pengobatan ini kepada orang lain, sekali pun mereka mempunyai gejala-gejala yang sama anda kerjakan.
Pengobatan-pengobatan antibiotik dapat menyebabkan diare, yang bisa menjadi suatu tanda dari suatu infeksi/peradangan yang baru. Jika anda mempunyai diare yang encer/berair atau dengan darah di dalamnya, segera hubungi dokter. Jangan menggunakan sembarang untuk menghentikan diare kecuali jika dokter sudah mengatakan kepada anda.
Perhatian
Sebelum menggunakan amoxicillin
Jangan menggunakan pengobatan ini jika anda alergi amoxicillin atau kepada zat pembunuh kuman penisilin lain manapun, seperti:
ampisilin (Omnipen, Principen);
carbenicillin (Geocillin);
dicloxacillin (Dycill, Dynapen);
oxacillin (Bactocill); atau
penisilin (Beepen-VK, Ledercillin VK, Pen-V, Pen-Vee K, Pfizerpen, V-Cillin K, Veetids, dan yang lain).
Sebelum menggunakan amoxicillin, katakan kepada dokter jika anda alergi antibiotik (terutama sefalosporin-sefalosporin seperti Ceclor, Ceftin, Duricef, Keflex, dan yang lain), atau jika anda mempunyai:
*sakit asma;
*penyakit hati;
*penyakit ginjal;
*gangguan pendarahan atau pembekuan darah;
*penyakit akibat radang ( juga disebut “mono”);
*Riwayat diare yang disebabkan oleh antibiotik; atau
*Riwayat tentang segala jenis dari alergi.
GENERIK
Amoksisilin.
MERK DAGANG
Penmox, Intermoxyl, Ospamox, Amoxsan, Hufanoxyl, Yusimox
INDIKASI
Infeksi saluran nafas, saluran kemih & kelamin, kulit & jaringan lunak yang disebabkan oleh bakteri Gram positif & Gram negatif yang rentan terhadap Amoksisilin.
KONTRA INDIKASI
# Hipersensitifitas terhadap Penisilin.
# Infeksi mononukleosis.
CARA KERJA OBAT :
Amoxicillin adalah senyawa Penisilina semisintetik dengan aktivitas antibakteri spektrum luas yang bersifat bakterisid, efektif terhadap sebagian besar bakteri gram positip dan beberapa gram negatip yang patogen. Bakteri patogen yang sensitif terhadap Amoxicillin antara lain : Staphylococci, Streptococci, Enterococci, S. pneumoniae, N. gonorrhoeae, H influenzas, E. coli, dan P. mirabiiis. Amoxicillin kurang efefktif terhadap species Shigella dan bakteri penghasil beta laktamase.
PERHATIAN
# Hipersensitif terhadap Sefalosporin.
# Kerusakan ginjal.
# Leukemia limfatik.
# Superinfeksi.
- Penggunaan dosis tinggi dalam jangka lama dapat menimbulkan super infeksi (biasanya disebabkan Enterobacter, Pseudomonas, S. aureus, Candida) terutama pada saluran gastro intestinal.
- Pemakaian pada wanita hamil belum diketahui keamanannya dengan pasti.
- Hati - hati pemberian pada wanita menyusui daparmenyebabkan sensitifitas pada bayi.
- Pada kasus gonorhea : hati-hati penggunaan pada anak-anak karena probenecid dikontra-indikasikan untuk anak-anak dibawah 2 tahun.
- Pengobatan dengan Amoxicillin dan jangka waktu yang lama harus disertai dengan pemeriksaan terhadap fungsi ginjal, hati dan daraa
Interaksi obat :
- Probenesid memperpanjang waktu paruh Amoksisilin dalam plasma.
- Allopurinol memicu timbulnya kemerahan pada kulit.
- Mengurangi efektifitas kontrasepsi per oral.
EFEK SAMPING
Reaksi hipersensitifitas, gangguan pada saluran pencernaan.
KEMASAN
Kapsul 500 mg, kapsul 250 mg, Sirup kering.
DOSIS
# Dewasa : 250-500 mg tiap 8 jam.
# Anak-anak : 20 mg/kg berat badan/hari dalam dosis terbagi yang diberikan tiap 8 jam.
Pada infeksi berat dosis dapat digandakan.
# Gonore akut : 2-3 gram sebagai dosis tunggal.
CARA PENYIMPANAN
Untuk menjaga khasiat obat ini, maka harus pula diperhatikan cara penyimpanannya. Amoxicillin sebaiknya disimpan dalam suhu kamar yaitu antara 20 sampai 25 derajat Celcius. Untuk sirop kering yang telah dicampur dengan air sebaiknya tidak digunakan lagi setelah 14 hari atau 2 minggu.
Sumber: Berbagai Sumber
Asam Mefenamat (Asmef)
DESKRIPSI :
Asam mefenamat adalah termasuk obat pereda nyeri yang digolongkan sebagai NSAID (Non Steroidal Antiinflammatory Drugs). Asam mefenamat biasa digunakan untuk mengatasi berbagai jenis rasa nyeri, namun lebih sering diresepkan untuk mengatasi sakit gigi, nyeri otot, nyeri sendi dan sakit ketika atau menjelang haid. Seperti juga obat lain, tentunya asam mefenamat dapat menyebabkan efek samping.
Contoh yang sering terjadi adalah merangsang dan merusak lambung. Sebab itu, asam mefenamat sebaiknya tidak diberikan pada pasien yang mengidap gangguan lambung,dan sebaiknya diberikan pada saat lambung tidak dalam kondisi kosong atau setelah makan
KOMPOSISI:
Asam Mefenamat
SEDIAAN:
Tablet 250 mg, 500 mg
INDIKASI:
Sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot tulang , nyeri karena luka, nyeri setelah operasi, nyeri setelah melahirkan, dismenore, nyeri reumatik, nyeri tulang belakang, demam.
KONTRAINDIKASI:
Ulserasi sampai inflamasi saluran cerna, peny. ginjal atau hati, hipersensitif, tukak lambung.
EFEK SAMPING:
Mual, muntah diare, iritasi lambung, pusing-pusing & ggn penglihatan.
DOSIS DAN PEMBERIAN :
Dewasa: Awal 500 mg kmdn 250 mg tiap 6 jam, Maks 7 hari.
PO : Berikan segera sesudah makan
Dewasa dan anak di atas 14 tahun :
Dosis awal yang dianjurkan 500 mg kemudian dilanjutkan 250 mg tiap 6 jam.
Dismenore
500 mg 3 kali sehari, diberikan pada saat mulai menstruasi ataupun sakit dan dilanjutkan selama 2-3 hari.
Menoragia
500 mg 3 kali sehari, diberikan pada saat mulai menstruasi dan dilanjutkan selama 5 hari atau sampai perdarahan berhenti.
PERHATIAN :
Pemakaian secara hati-hati pada penderita penyakit ginjal atau hati dan peradangan saluran cerna. Interaksi Obat: Obat-obat anti koagulan oral seperti warfarin; asetosal (aspirin) dan insulin.
Pada penggunaan terus-menerus dengan dosis 2000 mg atau lebih sehari dapat mengakibatkan agranulositosis dan anemia hemolitik.
CARA PENYIMPANAN :
Simpan ditempat kering dansejuk, terhindar dari cahaya.
Harus dengan resep dokter.
Sumber : Berbagai Sumber
Asam mefenamat adalah termasuk obat pereda nyeri yang digolongkan sebagai NSAID (Non Steroidal Antiinflammatory Drugs). Asam mefenamat biasa digunakan untuk mengatasi berbagai jenis rasa nyeri, namun lebih sering diresepkan untuk mengatasi sakit gigi, nyeri otot, nyeri sendi dan sakit ketika atau menjelang haid. Seperti juga obat lain, tentunya asam mefenamat dapat menyebabkan efek samping.
Contoh yang sering terjadi adalah merangsang dan merusak lambung. Sebab itu, asam mefenamat sebaiknya tidak diberikan pada pasien yang mengidap gangguan lambung,dan sebaiknya diberikan pada saat lambung tidak dalam kondisi kosong atau setelah makan
KOMPOSISI:
Asam Mefenamat
SEDIAAN:
Tablet 250 mg, 500 mg
INDIKASI:
Sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot tulang , nyeri karena luka, nyeri setelah operasi, nyeri setelah melahirkan, dismenore, nyeri reumatik, nyeri tulang belakang, demam.
KONTRAINDIKASI:
Ulserasi sampai inflamasi saluran cerna, peny. ginjal atau hati, hipersensitif, tukak lambung.
EFEK SAMPING:
Mual, muntah diare, iritasi lambung, pusing-pusing & ggn penglihatan.
DOSIS DAN PEMBERIAN :
Dewasa: Awal 500 mg kmdn 250 mg tiap 6 jam, Maks 7 hari.
PO : Berikan segera sesudah makan
Dewasa dan anak di atas 14 tahun :
Dosis awal yang dianjurkan 500 mg kemudian dilanjutkan 250 mg tiap 6 jam.
Dismenore
500 mg 3 kali sehari, diberikan pada saat mulai menstruasi ataupun sakit dan dilanjutkan selama 2-3 hari.
Menoragia
500 mg 3 kali sehari, diberikan pada saat mulai menstruasi dan dilanjutkan selama 5 hari atau sampai perdarahan berhenti.
PERHATIAN :
Pemakaian secara hati-hati pada penderita penyakit ginjal atau hati dan peradangan saluran cerna. Interaksi Obat: Obat-obat anti koagulan oral seperti warfarin; asetosal (aspirin) dan insulin.
Pada penggunaan terus-menerus dengan dosis 2000 mg atau lebih sehari dapat mengakibatkan agranulositosis dan anemia hemolitik.
CARA PENYIMPANAN :
Simpan ditempat kering dansejuk, terhindar dari cahaya.
Harus dengan resep dokter.
Sumber : Berbagai Sumber
Maret 08, 2011
Antalgin
DESKRIPSI :
Antalgin adalah salah satu obat penghilang rasa sakit (analgetik) turunan NSAID, atau Non-Steroidal Anti Inflammatory Drugs. Umumnya, obat-obatan analgetik adalah golongan obat antiinflamasi (antipembengkakan), dan beberapa jenis obat golongan ini memiliki pula sifat antipiretik (penurun panas), sehingga dikategorikan sebagai analgetik-antipiretik. Golongan analgetik-antipiretik adalah golongan analgetik ringan. Contoh obat yang berada di golongan ini adalah parasetamol. Tetapi Antalgin lebih banyak sifat analgetiknya.
KOMPOSISI:
Metamhampyron (+klordiazepoksida)
CARA KERJA OBAT:
Metamhampyron (+klordiazepoksida)
CARA KERJA OBAT:
Antalgin adalah derivat metansulfonat dari Amidopirina yang bekerja terhadap susunan saraf pusat yaitu mengurangi sensitivitas reseptor rasa nyeri dan mempengaruhi pusat pengatur suhu tubuh. Tiga efek utama adalah sebagai analgesik, antipiretik dan anti-inflamasi.
Antalgin mudah larut dalam air dan mudah diabsorpsi ke dalam jaringan tubuh.
Antalgin mudah larut dalam air dan mudah diabsorpsi ke dalam jaringan tubuh.
SEDIAAN:
Tablet/kapsul 250 mg, 500 mg ;
Tablet/kapsul 250 mg, 500 mg ;
Ampul 2 ml (250 mg/ml);
Vial 8 ml (250 mg/ml)
INDIKASI:
Analgetik-antipiretik
- Nyeri akut hebat, sesudah luka/ pembedahan, tumor / kolik & jika analgesic lain tdk menolong (INJ)
- Demam tinggi yang tdk dapat diatasi antipiretik lain
KONTRAINDIKASI:
- Alergi dipiron atau AINS lainnya
- Demam tinggi yang tdk dapat diatasi antipiretik lain
KONTRAINDIKASI:
- Alergi dipiron atau AINS lainnya
- Payah jantung
- Bayi dengan usia < 3 bln batau dengan berat badan < 5 Kg
- Wanita Hamil trimester I & 6 mgg t’akhir
- Penderita dengan tekanan darah <100 mmHg
- Ulserasi sampai inflamasi saluran cerna, Tukak lambung, peny. ginjal atau hati
EFEK SAMPING:
Agranolositosis, reaksi kulit seperti kemerahan, dan iritasi lambung
DOSIS :
Oral
- dewasa: 500-1000 mg 3-4 x sehari (maks 3 gr)
- anak: 250-500 mg 3-4 x sehari (maks 1 gr)
Parenteral: 500-1000 mg sekali suntik (jgn lebih 1 gr)
PO : Sesudah makan
CARA PENYIMPANAN:
Simpan pada suhu 25° - 30°C (kondisi penyimpanan, normal).
MEREK DAGANG :
Antalgin, Novalgin, Novamidon, Adimidon, Dellamidon, Camidon.
PERHATIAN :
- Pengobatan harus segera dihentikan bila timbul gejala pertama turunnya jumlah sel darah atau granulositopenia atau sakit tenggorokan atau tanda infeksi lain.
- Hati-hati pada penderita yang pernah memiliki penyakit darah.
- Jangan digunakan untuk kelainan yang ringan, masih ada obat lain yang lebih aman.
- Hati-hati pada penderita yang pernah memiliki penyakit darah.
- Jangan digunakan untuk kelainan yang ringan, masih ada obat lain yang lebih aman.
Interaksi Obat:
Bila digunakan bersama dengan klorpromazine, dapat menimbulkan hipotermia yang berat.
Bila digunakan bersama dengan klorpromazine, dapat menimbulkan hipotermia yang berat.
Penggunaan pada ibu hamil dan menyusui:
Jangan diberikan pada wanita hamil karena potensi karsigonik dari metabolit nitrosamin.
Penggunaan pada anak:
Jangan diberikan pada bayi kurang dari 3 bulan (atau BB < 5 kg).
Maret 07, 2011
Chlorpheniramin maleat (CTM)
Chlorpheniramin maleat atau lebih dikenal dengan CTM merupakan salah satu antihistaminika yang memiliki efek sedative (menimbulkan rasa kantuk). Namun, dalam penggunaannya di masyarakat lebih sering sebagai obat tidur dibanding antihistamin sendiri. Keberadaanya sebagai obat tunggal maupun campuran dalam obat sakit kepala maupun influenza lebih ditujukan untuk rasa kantuk yang ditimbulkan sehingga pengguna dapat beristirahat.
Efek samping ini menguntungkan bagi pasien yang memerlukan istirahat namun dirasa menggangu bagi mereka yang dituntut melakukan pekerjaan dengan kewaspadaan tinggi. Oleh sebab itu, pengguna CTM atau obat yang mengandung CTM dilarang mengendarai kendaraan. Jadi sebenarnya rasa kantuk yang ditimbulkan setelah penggunaan CTM merupakan efek samping dari obat tersebut. Sedangkan indikasi CTM adalah sebagai antihistamin yang menghambat pengikatan histamin pada resaptor histamin.
Definisi
Klorfeniramin maleat adalah turunan alkilamin yang merupakan antihistamin dengan indeks terapetik (batas keamanan) cukup besar dengan efek samping dan toksisitas yang relatif rendah. Klorfeniramin maleat merupakan obat golongan antihistamin penghambat reseptor H1 (AH1).Pemasukan gugus klor pada posisi para cincin aromatik feniramin maleat akan meningkatkan aktifitas antihistamin.Berdasarkan struktur molekulnya, memiliki gugus kromofor berupa cincin pirimidin, cincin benzen, dan ikatan –C=C- yang mengandung elektron pi (π) terkonjugasi yang dapat mengabsorpsi sinar pada panjang gelombang tertentu di daerah UV (200-400 nm), sehingga dapat memberikan nilai serapan.
Mekanisme Kerja Obat
Menurut Dinamika Obat (ITB,1991),CTM merupakan salah satu antihistaminika H1 (AH1) yang mampu mengusir histamin secara kompetitif dari reseptornya (reseptor H1) dan dengan demikian mampu meniadakan kerja histamin.
Di dalam tubuh adanya stimulasi reseptor H1 dapat menimbulkan vasokontriksi pembuluh-pembuluh yang lebih besar, kontraksi otot (bronkus, usus, uterus), kontraksi sel-sel endotel dan kenaikan aliran limfe. Jika histamin mencapai kulit misal pada gigitan serangga, maka terjadi pemerahan disertai rasa nyeri akibat pelebaran kapiler atau terjadi pembengkakan yang gatal akibat kenaikan tekanan pada kapiler. Histamin memegang peran utama pada proses peradangan dan pada sistem imun.
CTM sebagai AH1 menghambat efek histamin pada pembuluh darah, bronkus dan bermacam-macam otot polos. AH1 juga bermanfaat untuk mengobati reaksi hipersensitivitas dan keadaan lain yang disertai pelepasan histamin endogen berlebih. Dalam Farmakologi dan Terapi edisi IV (FK-UI,1995) disebutkan bahwa histamin endogen bersumber dari daging dan bakteri dalam lumen usus atau kolon yang membentuk histamin dari histidin.
Indikasi:
Pengobatan pada gejala-gejala alergis, seperti: bersin, rinorrhea, urticaria, pruritis, dll.
Kontra Indikasi:Dapat memperburuk asma bronkial, retensi urin, glaukoma
Sediaan:
- Tablet Chlorpheniramini maleas 4 mg
Efek Samping: Efek samping yang sering terjadi adalah sedatif ( rasa ngantuk), gangguan saluran cerna, mulut kering, dan kesukaran miksi.
Takaran Pemakaian:
Dewasa: 3 - 4 kali sehari 0.5 - 1 tablet.
Anak-anak 6 - 12 tahun: 0.5 dosis dewasa.
Anak-anak 1 - 6 tahun: 0.25 dosis dewasa
Perhatian:
Selama minum obat ini, jangan mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin. obat ini memiliki interaksi dengan alkohol, depresan syaraf pusat, anti kolinergik
Penyimpanan:
Simpan di tempat yang kering dan tertutup rapat.
HARUS DENGAN RESEP DOKTER
Sumber : berbagai sumber
Februari 23, 2011
Antasida
Definisi
Antasida adalah golongan obat yang digunakan dalam terapi terhadap akibat yang ditimbulkan oleh asam yang diproduksi oleh lambung. Secara alami lambung memproduksi suatu asam yang disebut asam klorida yang berfungsi untuk membantu proses pencernaan protein. Asam ini secara alami mengakibatkan kondisi isi perut menjadi asam, yakni antara kisaran PH 2-3. Lambung, usus dan esophagus sendiri (yang juga terdiri dari protein) dilindungi dari kerja asam melalui beberapa mekanisme. Apabila kadar asam yang dihasilkan oleh lambung terlalu banyak maka mekanisme perlindungan ini tidak terlalu kuat/kurang kuat dalam melindungi lambung, usus dan esophagus terhadap kerja asam lambung mengakibatkan kerusakan pada organ-organ tersebut dan menghasilkan gejala seperti rasa sakit pada perut dan ulu hati terasa terbakar.
Kandungan Obat
Umumnya antasida merupakan basa lemah, biasanya bisa terdiri dari zat aktif yang mengandung, alumunium hidroksida/karbonat, magnesium hidroksida/karbonat, dan kalsium (bisa anda lihat di kemasan antasida). Terkadang antasida dikombinasikan juga dengan simetikon yang dapat mengurangi kelebihan gas.
Cara Kerja
Antasida bekerja dengan cara menetralkan kondisi “terlalu” asam tersebut, selain itu antasida juga bekerja dengan cara menghambat aktivitas enzim pepsin yang aktif bekerja pada kondisi asam, enzim ini diketahui juga berperan dalam menimbulkan kerusakan pada organ saluran pencernaan manusia.
Beberapa jenis antasida tersebut memiliki perbedaan terutama dalam efek menetralkan asam lambung, istilah yang dipake untuk menjelaskan hal ini adalah ANC (antacid neutralizing capacity). ANC disajikan dalam bentuk perbandingan mEq, dan FDA mengklasifikasikan per dosis antasida harus punya efek menetralkan asam sebesar ≥5 mEq per dosisnya. Antasida yang baik harus punya kemampuan penetralan yang baik dan juga cepat. Natrium bikarbonat dan kalsium karbonat memiliki kemampuan menetralkan yang terbesar tapi penggunaan jangka panjang sebaiknya dihindari karena efek samping yang mungkin dapat terjadi.
Kemampuan melarut antasida dalam asam lambung berbeda-beda. Natrium bikarbonat dan magnesium oksida mempunyai kemampuan melarut yang cepat dan menghasilkan efek buffer yang relative cepat, sedangkan aluminium hidroksida dan kalsium karbonat memiliki kemampuan melarut yang agak lambat.
Perbedaan lain di antara antasida adalah lama kerjanya (berapa lama antasida menghasilkan efek menetralkan asam lambung). Natrium bikarbonat dan magnesium oksida memiliki lama kerja yang pendek, sedangkan aluminium hidroksida dan kalsium karbonat memiliki lama kerja yang lebih panjang. Kombinasi antara aluminium dan magnesium memiliki kemampuan penetralan dalam skala menengah.
Antasida yang mengandung kalsium dapat mengontrol keasaman di lambung sekaligus sebagai suplementasi kalsium. Suplemen kalsium sangat penting bagi wanita postmenopause.
Alumunium Hidroksida
| Nama Obat | Aluminium Hidroksida (Al(OH)3) |
| Golongan | Antasida |
| Indikasi | Ulkus peptikum, hiperasiditas gastrointestinal, gastritis |
| Kontra-Indikasi | Hipersensitif terhadap garam aluminium |
| Interaksi | ↓ absorpsi obat; penisilin, tetrasiklin, INH, sulfonamid, digoksin, klorpromazin ↓ sekresi amphetamin dan kina ↑ sekresi salisilat |
| Dosis | 0,6 g (1 g à 25 meq asam) Dewasa: PO Antacid sampai 1 g/hari. Hiperposfatemia pada gagal ginjal kronik sampai 10 g/hari dalam dosis terbagi. |
| Dosis Anak | |
| Kehamilan & Laktasi | Kategori C |
| Farmakologi | Netralisasi asam lambung, menghasilkan garam aluminium klorida dan air. |
| Efek Samping | Konstipasi, mual, muntah, deplesi posfat |
| Sediaan | Liquid: 120 ml (200mg/5ml dikombinasikan dengan obat GI lain) Tablet: 200mg dikombinasikan dengan obat GI lain |
| Merek dagang | Acitral, Aludonna |
| Resep Dokter | Ya |
Natrium Bikarbonat
| Nama Obat | Natrium bikarbonat (NaHCO3) |
| Golongan | Elektrolit |
| Indikasi | Untuk alkalinisasi urin, dispepsia |
| Kontra-Indikasi | Alkalosis metabolik atau respiratorik, hipernatremia, edema paru berat, hipokalsemia, hipoklorida |
| Interaksi | ↓ absorpsi obat; penisilin, tetrasiklin, INH, sulfonamid, digoksin, klorpromazin ↓ sekresi amphetamin dan kina ↑ sekresi salisilat |
| Dosis | 1-4 gr (1 g à12 meq asam) Dewasa: Per oral alkalinisasi urine sampai 10 g/hari dosis terbagi dengan asupan cairan yang baik. Chronic metabolic acidosis ≥4.8 g/hari sebanyak yang diperlukan. Dyspepsia 1-5 g sebanyak yang diperlukan. IV Severe metabolic acidosis By slow inj of a hypertonic soln ≤8.4% or by continuous infusion of a weaker soln, usually 1.26% . |
| Dosis Anak | |
| Kehamilan & Laktasi | Kategori C |
| Farmakologi | Menetralkan asam lambung |
| Efek Samping | Alkalosis sistemik, perforasi |
| Sediaan | |
| Merek dagang | |
| Resep Dokter |
Magnesium Hidroksida
| Nama Obat | Magnesium Hidroksida (Mg(OH)2) |
| Golongan | Antasida |
| Indikasi | Ulkus peptikum, hiperasiditas gastrointestinal, gastritis |
| Kontra-Indikasi | |
| Interaksi | ↓ absorpsi obat; penisilin, tetrasiklin, INH, sulfonamid, digoksin, klorpromazin ↓ sekresi amphetamin dan kina ↑ sekresi salisilat |
| Dosis | 325 mg (1 g à 31 meq asam) |
| Dosis Anak | |
| Kehamilan & Laktasi | Kategori C |
| Farmakologi | Netralisasi asam lambung |
| Efek Samping | Diare |
| Sediaan | Liquid: 120 ml (200mg/5ml dikombinasikan dengan obat GI lain) Tablet: 200mg dikombinasikan dengan obat GI lain |
| Merek dagang | Acitral, Aludonna |
| Resep Dokter | Ya |
Magnesium Trisiklat
| Nama Obat | Magnesium Trisiklat (Mg2Si3O8nH20) |
| Golongan | Antasida |
| Indikasi | Ulkus peptikum, gastritis, hiperasiditas gastrointestinal |
| Kontra-Indikasi | |
| Interaksi | ↓ absorpsi obat; penisilin, tetrasiklin, INH, sulfonamid, digoksin, klorpromazin ↓ sekresi amphetamin dan kina ↑ sekresi salisilat |
| Dosis | Dewasa 1-2 tab. |
| Dosis Anak | Anak ½-1 tab. diminum 3-4 kali sehari. |
| Kehamilan & Laktasi | Kategori C |
| Farmakologi | Netralisasi asam lambung |
| Sediaan | Tablet: 300 mg (biasanya dikombinasikan dengan obat GI lain) |
| Merek dagang | Corsamag, Lexacrol |
| Resep Dokter | Ya |
Kalsium Karbonat
| Nama Obat | Kalsium karbonat |
| Golongan | Antasida |
| Indikasi | Ulkus peptikum, gastritis, heartburn, hiperasiditas GI. |
| Kontra-Indikasi | Glukoma sudut tertutup, obstruksi saluran kemih atau GI, ileus paralitik, penyakit jantung berat |
| Interaksi | ↓ absorpsi obat; penisilin, tetrasiklin, INH, sulfonamid, digoksin, klorpromazin ↓ sekresi amphetamin dan kina ↑ sekresi salisilat |
| Dosis | 1-2 g (1 g à 21 meq asam) Tab 1-2 tab 15-30 menit setelah makan. Susp 1-2sendok teh 30 menit setelah makan dan sebelum tidur |
| Dosis Anak | |
| Kehamilan & Laktasi | Kategori C |
| Farmakologi | Netralisasi asam lambung |
| Efek Samping | Konstipasi, hiperkalsemi, rebound phenomena |
| Sediaan | Suspensi: 150 ml Tablet: 800mg (biasanya dikombinasikan dengan obat GI lain) |
| Merek dagang | Aludonna |
| Resep Dokter |
Keterangan tambahan
- Efek samping yang utama antasida dengan zat aktif alumunium hidroksida adalah konstipasi (sembelit).
- Sedangkan antasida dengan zat aktif magnesium hidroksida dapat menyebabkan diare dan dapat meningkatkan kadar magnesium dalam darah pada pasien gagal ginjal.
- Sehingga kedua zat aktif ini sering dikombinasikan agar efek samping dapat diminimalisir.
- Seseorang yang mengalami gangguan ginjal harus berhati-hati dalam menggunakan antasida yang mengandung magnesium, bahkan bila perlu jangan menggunakannya.
- Antasida yang mengandung kalsium dapat menyebabkan sembelit.
- Dapat mengahkibatkan hiperasiditas rebound, dan milk alkali syndrome.
- Antasida dalam bentuk sediaan suspensi umumnya mempunyai kemamapuan melarut yang lebih cepat dibandingkan bentuk tablet maupun serbuk/puyer. Untuk tablet antasida sangat penting untuk dikunyah terlebih dahulu ketika dikonsumsi.
- Obat-obat jenis aluminium dan magnesium mempengaruhi penyerapan antibiotika tetrasilikat. Sebaiknya diminum secara terpisah 1-2 jam.
- Periksa dokter bila anda tidak bisa membedakan antara nyeri dada karena gangguan pencernaan dan karena angina/serangan jantung.
- Periksa dokter bila nyeri dada/gangguan pencernaan/tukak menetap meskipun telah minum antasida selama 2-3 hari
Langganan:
Komentar (Atom)







