Maret 25, 2011

MASALAH DALAM MENYUSUI DAN CARA MENGATASINYA



1. Puting Susu Rata Atau Masuk Ke Dalam
            Puting susu yang rata atau masuk ke dalam akan menyulitkan bayi mcnyusu. Sehingga pengeluaran ASI tidak lancar dan menghambat proses menyusui.
Cara mengatasinya
  1. Dengan jalan menarik-narik puting.
2.  Dengan memompa payudara sehingga akan melembutkan  areola.  Jika
areola sudah lembut maka bayi akan lebih mudah menghisap puting susu.
3. Yang perlu diperhatikan yaitu bila puting rata, bayi harus tetap disusui agar puting sering tertarik sehingga bisa menonjol.

2. Puting Susu Lecet
            Puting susu yang lecet dapat disebabkan oleh teknik menyusui yang salah, yaitu dengan membiarkan bayi hanya mcnghisap ujung puting susu saja atau dapat pula karema perawatan yang tidak betul pada payudara, yaitu payudara sering dicuci dengan sabun sehingga puting susu bisa kering dan pecah-pecah. Infeksi monilia juga dapat mengakibatkan puting susu lecet.
Cara mengatasinya yaitu
1.       Teknik menyusui yang benar, yaitu dengan membiasakan bayi menghisap puting susu dan seluruh daerah areola pada saat menyusui.
2.       Jaga daerah puting susu agar kering antara selang waktu bemberian ASI Tetapi jangan membersihkan tetesan ASI karena dapat melumasi puting susu.
3.       Hindari pemakaian sabun atau zat pembersih lain pada saat membersikan payudara.
4.       Pengobatan terhadap monilia.
5.       Menyusui pada payudara yang tidak lecet Bila lecetnya hebat maka menyusui dapat dituodt sebma 24 - 28 jam. ASI tetap dikeluarkan dengar ekstrasi dengan tangan atau dengan memompa
6.       Untuk meringankan rasa sakit beberapa menit dapat dihadapkan pada sinar matahari dan udara terbuka atau es yang terbungkus dalam kain bersih yang ditaruh pada puting susu yang lecet.

3 Payudara Yang Bengkak
            Payudara yang bengkak dapat diakibatkan oleh banyaknya produksi ASI dan meningkatnya suplai darah ke payudara untuk mendukung produksi ASI tersebut. Payudara yang bengkak dapat terjadi setiap saat karena pengeluaran ASI tidak lancar yang disebabkan bayi tidak cukup sering disusui. Dapat pula disebabkan oleh adanya gangguan pada Letdown Reflex. Cara mengatasinya yaitu
1.      Susuilah bayi sesering mungkin.
2.      Jika payudara amat tegang sehingga bayi amat sulit menghisap puting, bisa dicoba dengan memompa payudara dengan cara mengurut puting dengan jari sehinga ASI sedikit keluar yang dapat mengurangi ketegangan payudara.
3.      Kompres dengan air hangat yang bisa mengurangi ketegangan payudara sehingga payudara akan terasa lebih nyaman.
4.      Obat analgetik dapat digunakan untuk mengurangi sakit akibat penuhnya payudara.

4. Saluran Susu Tersumbat
            Terjadi statis pada saluran susu secara lokal sehingga timbul benjolan luka, payudara terasa berbenjol dan tidak nyaman. Ini terjadi bila payudara tidak kosong sepenuhnya. Hal ini sering karena menyusui tidak dengan sikap badan yang tepat, pemberian ASI dijadwalkan, melewatkan waktu pemberian ASI atau tidak membiarkan bayi menyusu cukup lama. Cara mengatasinya.
1. Susuilah bayi sesering mungkin dengan sikap badan yang benar. Sebaiknya mulailah menyusui dengan payudara yang sakit terlebih dahulu.
2.   Lakukan pemijatan pada payudara yang sakit.
3.   Hangatkan payudara dengan cara mengompres bagian yang sakit dengan air hangat, kemudian pijatlah dengan lembut ke arah putting. Pijatan ini dimaksudkan untuk mengosongkan payudara.
4    Hindari tekanan lokal  pada payudara .

5. Infeksi Payudara (Mastitis)
            Mastitis merupakan suatu proses infeksi pada payudara yang dapat menimbulkan reaksi sistemik, misalnya: demam, payudara tampak bengkak kemerahan dan dirasakan nyeri. Biasanya terjadi beberapa minggu setelah melahirkan karena kurang atau terlambatnya perawatan saluran yang tersumbat, dapat juga terjadi setelah pembengkakan payudara yang dialami ibu pada masa baru melahirkan. Infeksi dapat timbul kapan saja bila persediaan susu melebmi kebutuhan atau bila ibu terlalu lelah (stres) dan payudara tidak dikosongkan dengan baik. Cara mengatasrnya :
1. Jangan berhenti menyusui. Susuilah bayi sesering mungkin dimulai payudara yang mengalami infeksi terlebih dahulu. Hal ini untuk menjaga agar susu tetap mengalir dan payudara kosong. Istirahatlah sesering mungkin dengan posisi kaki lebih tinggi dari badan.
2.   Kompres hangat atau dingin pada payudara yang mengalami mastitis.
3.  Untuk mengatasi infeksi dan mengurangi rasa sakit, dapat digunakan  
      antibiotik dan analgetik.

6.  Abses Puyudara
            Abses payudara dapat terjadi sekunder pada mastitis. Abses ini dapat dicegah dengan jika saluran tersumbat atau mastitis dirawat secepatnya dan diusahakan supaya ASI mengalir terus.
Cara mengatasinya :
1. Stop menyusui pada payudara yang ada absesnya. ASI harus tetap dipompa agar tetap mengalir.
2. Kumpulan nanah yang mcmbentuk abses biasanya harus dikeluarkan dengan cara insisi.
3.  Istirahat.
4.    Untuk mengatasi abses dan mengurangi rasa nyeri dapat digunakan antibiotik analgetik.

7. Reluctan Nurse
            Yaitu   suatu  keadaan  dimana  bayi  tidak  suka  menyusu.  Hal   ini
disebabkan oleh :
1.  Pancaran ASI terlalu kuat sehingga mulut bayi terlalu penuh. Akibatnya sebentar-sebentar bayi akan berhenti menghisap. Pengobatan dengan jalan menyusui yang sering, sehingga payudara tak terlalu penuli yang menyebabkan pancaran ASI keras. Dapat pula payudara dipijat sebelum memulai menyusui agar pancaran keras yang terjadi pada permulaan menyusui sudah berkurang dahulu sebelum bayi diperbolehkan mengisap. Dapat diusahakan dengan berbaring terlentang dan bayi ditaruh di atas payudara.
2.  Bingung Puting (Nipple confusion), yaitu pada bayi yang menyusu diselang-seling dengan susu botol sering mengalami kobingungan, karena anatomi puting susu dengan dot sangat lain. Pada menyusui si bayi harus menghisap dengan cukup kuat, pada dot susu akan mengalir dengan isapan yang ringan. Hal ini menyebakan bayi malas menyusu pada ibunya. Dapat pula terjadi pada puting susu yang kecil atau rata. Pada keadaan ini bayi tidak berhasil untuk mengkap puting susu untuk dihisap, sehingga bayi tidak suka menyusu. Pengobatan dapat dilakukan dengan jalan menghindari pemakaian dot botol. Bila diperlukan penganti ASI, pakailah sendok atau pipet.
3.   Pada bayi yang mengantuk kadang-kadang malas menyusu. Untuk mengatasi agar bayi jangan mengantuk atau tertidur, buka selimut dan baju bayi supaya lerasa dingin dan terbangun. Kalau bayi mengantuk juga harus dibangunkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar